Font Size

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

PENGADILAN AGAMA SENTANI

Berupaya Mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung

FOKUS PA SENTANI 

  1. Permintaan data pegawai untuk kebutuhan website (02/03)
  2. Penyampain surat tugas untuk mengikuti RAKERDA 2015 di Jayapura (23/02)

Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Wakil Panitera

Bertempat di ruang Aula utama Pengadilan Agama Sentani, Ketua Pengadilan Agama Sentani, Drs. H. Nurul Huda, S.H., M.H., mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Wakil Panitera. Ketua Pengadilan Agama Sentani melantik Siti Khuzaimatin, S.Sos., S.H.I sebagai Wakil Panitera di Pengadilan Agama Sentani Kelas II.

Selengkapnya: Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Wakil Panitera

Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Panitera Pengganti dan Jurusita

Tanggal 11 Agustus 2015 Ketua Pengadilan Agama Sentani melantik Suharnis, S.H.I sebagai Panitera Pengganti dan Sarifuddin, S.H sebagai Jurusita di Pengadilan Agama Sentani Kelas II. Pelantikan dilaksanakan di aula Pengadilan Agama Sentani. Hadir dalam acara pelantikan sebagian Hakim, Panitera/Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional Kepaniteraan dan Kesektretariatan Pengadilan Agama Sentani serta Ketua dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura berserta jajaranya dan Ketua dan Hakim Pengadilan Agama Jayapura serta Tamu Undangan.

Selengkapnya: Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Panitera Pengganti dan Jurusita

TRAGEDI BERDARAH DI PA BATAM

Tragedi Berdarah di PA Batam

sentani.go.id

Pengadilan Agama Batam berlumuran darah. Kamis siang (11/6/2015), seorang pria mengamuk di ruang tunggu PA di wilayah Kepulauan Riau itu. Dia menusuk istri dan kakak iparnya dengan menggunakan pisau. Istrinya, yang hendak melakoni sidang perkara perceraian, terluka di bagian pinggang dan perut. Nahas menimpa kakak kandungya. Dia tersungkur hingga meninggal dunia, setelah punggungnya berkali-kali ditusuk. Pelaku akhirnya tertusuk pisaunya sendiri dan ditangkap, setelah para pengunjung PA Batam beramai-ramai menghentikan aksi brutalnya. 

Kepada Badilag.net, pagi ini, Ketua PA Batam Drs. H. Nuheri, S.H., M.H., mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut secara detail, sebagai berikut:

  1. Pada hari Kamis, 11 Juni 2015, PA Batam menerima kunjungan pembinaan dari PTA Pekanbaru. Mereka yang berkunjung adalah Wakil Ketua, Panitera/Sekretaris dan Kasubbag Kepegawaian PTA Pekanbaru.
  2. Pembinaan dimulai pada pukul 8.30 WIB dan berakhir pada pukul 10.30 WIB di ruang sidang utama PA Batam. Pembinaan diikuti Ketua PA Batam beserta para hakim, pejabat, dan pegawai PA Batam.
  3. Pada hari itu, sesuai jadwal, PA Batam akan menyidangkan 33 perkara di dua ruang sidang. Dua majelis hakim menyidangkan masing-masing 10 dan 23 perkara.
  4. Tepat pukul 10.30, seusai acara pembinaan, persidangan dimulai. Para pihak dipanggil untuk bersidang, sesuai dengan daftar urutan yang ada.
  5. Tepat pada pukul 11.15, Ketua PA Batam sedang menerima kunjungan tiga orang anggota polisi dari Polres Barelang. Mereka berkonsultasi mengenai adanya pemalsuan dokumen yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh PA Batam.
  6. Di tengah-tengah pertemuan tersebut, tiba-tiba salah seorang tenaga sekuriti PA Batam masuk ke ruang ketua. Ia memberi tahu ada insiden penusukan di ruang tunggu sidang yang dilakukan seorang suami terhadap istri dan anggota keluarganya.
  7. Segera setelah menerima laporan tersebut, Ketua PA Batam dan tiga anggota Polres Barelang langsung lari keluar menuju ruang tunggu sidang yang terletak di halaman kantor.
  8. Tiba di TKP, ternyata di sana telah tergeletak tiga orang yang terdiri dari dua orang korban bernama Sri Astuti binti Nurdani dan Umi Khoiriyah (kakak kandung Sri), serta seorang pelaku bernama Rahmat bin Samsuri. Sri saat itu dalam kondisi berlumuran darah dan ususnya terurai. Demikian juga dengan Umi, dengan beberapa tusukan di bagian punggung. Rahmat juga tertusuk dan usunya terurai.
  9. Untuk pengamanan proses persidangan, pimpinan PA Batam menugaskan dua pegawai honorer sebagai sekuriti, yaitu Mahrodi di ruang sidang I dan Hadianto, S.H. di ruang sidang II. Keduanya hanya bertugas memeriksa orang yang hendak memasuki ruang sidang, sedangkan insiden penusukan itu terjadi sebelum para pihak memasuki ruang sidang.
  10.  Menurut keterangan petugas meja I, yang telah di-cross check oleh Ketua dan Panitera/Sekretaris PA Batam, pelaku bernama Rahmat dan korban bernama Sri Astuti ternyata adalah pasangan suami-istri yang akan mengikuti persidangan perceraian dengan agenda mendengarkan hasil mediasi. Perkara ini diajukan oleh pihak istri pada 6 Mei 2015. Ketika mengantri untuk sidang, para pihak tersebut mendapatkan nomor urut 12, dan insiden penusukan terjadi ketika sidang digelar untuk nomor antrian 8.  
  11. Berdasarkan keterangan salah satu sekuriti bernama Hardianto, sebelum persidangan tidak ada tanda-tanda keributan apapun. Sri dan Umi duduk berhadapan. Kemudian Rahmat mendekati para korban, tanpa ada pertengkaran atau cekcok. Tiba-tiba, tanpa diduga, Rahmat menusukkan pisau ke tubuh Sri, dari pinggang hingga ke perut sampai ususnya terurai. Umi seketika itu mencoba untuk melerai, tapi justru Rahmat semakin brutal. Ia menghujamkan pisaunya ke punggung Umi berkali-kali.
  12. Saat itu juga, dengan dibantu para pengunjung, dua tenaga sekuriti PA Batam berusaha menghentikan aksi Rahmat dengan cara mengambil pisau yang ada di tangannya. Ketika terjadi pergumulan itu, pisau sang pelaku mengenai perutnya sendiri sampai ususnya keluar. Para pengunjung PA Batam yang sebagian ibu-ibu berteriak histeris. Dan sesaat setelah kejadian tersebut, ketiga anggota Polres Barelang yang sedang berada di PA Batam langsung menghubungi Polsek Sekupang.
  13. Sri Astuti kemudian dibawa ke RS Awal Bros, sedangkan Umi Khoiriyah dan Rahmat dibawa ke RS Otorita Batam. Umi akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan informasi terakhir sampai Jumat pagi, 12 Juni 2015, Sri dalam keadaan koma dan Rahmat dalam kondisi kritis.
  14. Pada hari ini, 12 Juni 2015, dilakukan olah TKP oleh Polres Barelang. Di TKP dipasangi police line. Wartawan dari berbagai media massa meliput terus perkembangan tragedi berdarah ini.
  15. Pimpinan PA Batam terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan akan menyampaikan laporan yang lebih lengkap kepada pimpinan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung pada Senin, 15 Juni 2015.  

 

Sumber foto: pa-batam.net [badilag.net]

SEKRETARIS DITJEN BADILAG BUKA RAKER PTA JAYAPURA

Abepura |pa-sentani.go.id (03/03)

RAKERDA adalah agenda yang diselnggarakan oleh tahunan PTA Jayapura untuk menyatukan persepsi, menginventarisir permasalahan dan mencari solusi dari setiap permasalahan tersebut. Acara pembukaan yang dibuka tepat pukul 14:30 diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh qari Drs. H. Muhammad Thamrin, SH., MH. Yang tidak lain adalah ketua PA. Arso, kemudian laporan ketua panitia oleh Drs. H. Mahjudi, SH., MH. Kemudian dibuka langsung oleh Drs. H. Tukiran, SH., MH selaku sekretaris Ditjen Badan Peradilan Agama MA RI dan diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Drs. H. Nurul Huda., SH,. MH. Selaku ketua PA. Sentani.

Acara rakerda dihadiri oleh 13 satker dalam wilayah hokum PTA Jayapura, raker diselenggarakan dengan dua macam kegiatan yaitu kegiatan rakerda dengan 50 peserta terdiri dari ketua, wakil ketua dan pansek serta pembinaan teknik (bintek) hakim, terdiri dari 27 orang terdiri dari satu hakim senior dan satu hakim junior.

(suasana Pembukaan mulai dari pembukkan hingga penutup         foto:Abu_hifzil

Selengkapnya: SEKRETARIS DITJEN BADILAG BUKA RAKER PTA JAYAPURA

PIMPINAN

P E G A W A I

Pengunjung

Kami memiliki 4 tamu dan tidak ada anggota online