Font Size

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

PENGADILAN AGAMA SENTANI

Berupaya Mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung

FOKUS PA SENTANI 

  1. Permintaan data pegawai untuk kebutuhan website (02/03)
  2. Penyampain surat tugas untuk mengikuti RAKERDA 2015 di Jayapura (23/02)

TRAGEDI BERDARAH DI PA BATAM

Tragedi Berdarah di PA Batam

sentani.go.id

Pengadilan Agama Batam berlumuran darah. Kamis siang (11/6/2015), seorang pria mengamuk di ruang tunggu PA di wilayah Kepulauan Riau itu. Dia menusuk istri dan kakak iparnya dengan menggunakan pisau. Istrinya, yang hendak melakoni sidang perkara perceraian, terluka di bagian pinggang dan perut. Nahas menimpa kakak kandungya. Dia tersungkur hingga meninggal dunia, setelah punggungnya berkali-kali ditusuk. Pelaku akhirnya tertusuk pisaunya sendiri dan ditangkap, setelah para pengunjung PA Batam beramai-ramai menghentikan aksi brutalnya. 

Kepada Badilag.net, pagi ini, Ketua PA Batam Drs. H. Nuheri, S.H., M.H., mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut secara detail, sebagai berikut:

  1. Pada hari Kamis, 11 Juni 2015, PA Batam menerima kunjungan pembinaan dari PTA Pekanbaru. Mereka yang berkunjung adalah Wakil Ketua, Panitera/Sekretaris dan Kasubbag Kepegawaian PTA Pekanbaru.
  2. Pembinaan dimulai pada pukul 8.30 WIB dan berakhir pada pukul 10.30 WIB di ruang sidang utama PA Batam. Pembinaan diikuti Ketua PA Batam beserta para hakim, pejabat, dan pegawai PA Batam.
  3. Pada hari itu, sesuai jadwal, PA Batam akan menyidangkan 33 perkara di dua ruang sidang. Dua majelis hakim menyidangkan masing-masing 10 dan 23 perkara.
  4. Tepat pukul 10.30, seusai acara pembinaan, persidangan dimulai. Para pihak dipanggil untuk bersidang, sesuai dengan daftar urutan yang ada.
  5. Tepat pada pukul 11.15, Ketua PA Batam sedang menerima kunjungan tiga orang anggota polisi dari Polres Barelang. Mereka berkonsultasi mengenai adanya pemalsuan dokumen yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh PA Batam.
  6. Di tengah-tengah pertemuan tersebut, tiba-tiba salah seorang tenaga sekuriti PA Batam masuk ke ruang ketua. Ia memberi tahu ada insiden penusukan di ruang tunggu sidang yang dilakukan seorang suami terhadap istri dan anggota keluarganya.
  7. Segera setelah menerima laporan tersebut, Ketua PA Batam dan tiga anggota Polres Barelang langsung lari keluar menuju ruang tunggu sidang yang terletak di halaman kantor.
  8. Tiba di TKP, ternyata di sana telah tergeletak tiga orang yang terdiri dari dua orang korban bernama Sri Astuti binti Nurdani dan Umi Khoiriyah (kakak kandung Sri), serta seorang pelaku bernama Rahmat bin Samsuri. Sri saat itu dalam kondisi berlumuran darah dan ususnya terurai. Demikian juga dengan Umi, dengan beberapa tusukan di bagian punggung. Rahmat juga tertusuk dan usunya terurai.
  9. Untuk pengamanan proses persidangan, pimpinan PA Batam menugaskan dua pegawai honorer sebagai sekuriti, yaitu Mahrodi di ruang sidang I dan Hadianto, S.H. di ruang sidang II. Keduanya hanya bertugas memeriksa orang yang hendak memasuki ruang sidang, sedangkan insiden penusukan itu terjadi sebelum para pihak memasuki ruang sidang.
  10.  Menurut keterangan petugas meja I, yang telah di-cross check oleh Ketua dan Panitera/Sekretaris PA Batam, pelaku bernama Rahmat dan korban bernama Sri Astuti ternyata adalah pasangan suami-istri yang akan mengikuti persidangan perceraian dengan agenda mendengarkan hasil mediasi. Perkara ini diajukan oleh pihak istri pada 6 Mei 2015. Ketika mengantri untuk sidang, para pihak tersebut mendapatkan nomor urut 12, dan insiden penusukan terjadi ketika sidang digelar untuk nomor antrian 8.  
  11. Berdasarkan keterangan salah satu sekuriti bernama Hardianto, sebelum persidangan tidak ada tanda-tanda keributan apapun. Sri dan Umi duduk berhadapan. Kemudian Rahmat mendekati para korban, tanpa ada pertengkaran atau cekcok. Tiba-tiba, tanpa diduga, Rahmat menusukkan pisau ke tubuh Sri, dari pinggang hingga ke perut sampai ususnya terurai. Umi seketika itu mencoba untuk melerai, tapi justru Rahmat semakin brutal. Ia menghujamkan pisaunya ke punggung Umi berkali-kali.
  12. Saat itu juga, dengan dibantu para pengunjung, dua tenaga sekuriti PA Batam berusaha menghentikan aksi Rahmat dengan cara mengambil pisau yang ada di tangannya. Ketika terjadi pergumulan itu, pisau sang pelaku mengenai perutnya sendiri sampai ususnya keluar. Para pengunjung PA Batam yang sebagian ibu-ibu berteriak histeris. Dan sesaat setelah kejadian tersebut, ketiga anggota Polres Barelang yang sedang berada di PA Batam langsung menghubungi Polsek Sekupang.
  13. Sri Astuti kemudian dibawa ke RS Awal Bros, sedangkan Umi Khoiriyah dan Rahmat dibawa ke RS Otorita Batam. Umi akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan informasi terakhir sampai Jumat pagi, 12 Juni 2015, Sri dalam keadaan koma dan Rahmat dalam kondisi kritis.
  14. Pada hari ini, 12 Juni 2015, dilakukan olah TKP oleh Polres Barelang. Di TKP dipasangi police line. Wartawan dari berbagai media massa meliput terus perkembangan tragedi berdarah ini.
  15. Pimpinan PA Batam terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan akan menyampaikan laporan yang lebih lengkap kepada pimpinan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung pada Senin, 15 Juni 2015.  

 

Sumber foto: pa-batam.net [badilag.net]

SEKRETARIS DITJEN BADILAG BUKA RAKER PTA JAYAPURA

Abepura |pa-sentani.go.id (03/03)

RAKERDA adalah agenda yang diselnggarakan oleh tahunan PTA Jayapura untuk menyatukan persepsi, menginventarisir permasalahan dan mencari solusi dari setiap permasalahan tersebut. Acara pembukaan yang dibuka tepat pukul 14:30 diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh qari Drs. H. Muhammad Thamrin, SH., MH. Yang tidak lain adalah ketua PA. Arso, kemudian laporan ketua panitia oleh Drs. H. Mahjudi, SH., MH. Kemudian dibuka langsung oleh Drs. H. Tukiran, SH., MH selaku sekretaris Ditjen Badan Peradilan Agama MA RI dan diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Drs. H. Nurul Huda., SH,. MH. Selaku ketua PA. Sentani.

Acara rakerda dihadiri oleh 13 satker dalam wilayah hokum PTA Jayapura, raker diselenggarakan dengan dua macam kegiatan yaitu kegiatan rakerda dengan 50 peserta terdiri dari ketua, wakil ketua dan pansek serta pembinaan teknik (bintek) hakim, terdiri dari 27 orang terdiri dari satu hakim senior dan satu hakim junior.

(suasana Pembukaan mulai dari pembukkan hingga penutup         foto:Abu_hifzil

Selengkapnya: SEKRETARIS DITJEN BADILAG BUKA RAKER PTA JAYAPURA

RAPAT EVALUASI DAN PEMBINAAN IT PASENTANI

Pa-sentani.go.id | (23/2/2015)

Ketua PA Sentani dalam apel pagi pada hari senini (23/2) menyampaikan bahwa perkembangan IT pada beberapa bimbingan ketua terdahulu terdengar sangat fantastik karena hampir se-Papua dan Papua Barat, terdengar bahwa SIADPA dan website Pa Sentani sangat pesat perkembangannya dan sempat menjadi rujukan bagi PA yang lain, namun dua tahun terakhir ini SIADPA dan website PA Sentani menurun drastis karena hampir tidak ada perubahan dan SIADPA selalu merah, ini harus menjadi perhatian bersama kata ketua.

Wakil ketua PA Sentani Drs. Muhlis, SH., MH. menambahkan bahwa hampir semua kantor peradilan mesti mengalami hal yang sama, karena IT adalah hal yang baru bagi kita semua dan tentu akan banyak masalah yang akan dihadapai namun setiap masalah itu pasti ada solusinya, nyatanya kata beliau “ada juga PA yang SDMnya terbatas fasilitasnya kurang tapi mereka bisa keluar dari permasalahan yang dihadapi, ini berarti bukan hanya SDM dan fasilitas yang kurang sehingga aplikasi dan IT Pa Sentani yang kurang tetapi yang lebih penting lagi kurangnya semangat dan kemauan untuk melakukan perubahan” sebab kata beliu Semangat yang kuat akan mengabaikan kekurangan, kalau ada kemuan pasti ada jalan.

Selengkapnya: RAPAT EVALUASI DAN PEMBINAAN IT PASENTANI

SITA JAMINAN ATAS HARTA BERSAMA OLEH PA. SENTANI

Sentani | pa-sentani.go.id (28/04)

pukul 10.00 WIT, atas perintah Ketua Majelis Hakim, telah memerintahkan kepada Paniter Pengadilan Agama Sentani Drs. M. Idris, SH., MH untuk  melaksanakan Sita Jaminan atas objek/barang-barang sengketa dalam perkara gugatan Harta Bersama perkara nomor 0017/Pdt.G/2014/PA.Stn antara Penggugat melawan Tergugat.

Pelaksanaan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) ini merupakan tindakan sementara yang dilakukan pengadilan dengan maksud agar objek sengketa tidak dialihkan maupun dipindahtangankan oleh pihak yang mengusai objek sengketa sampai dengan adanya putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap atas perkara tersebut.

Selengkapnya: SITA JAMINAN ATAS HARTA BERSAMA OLEH PA. SENTANI

PIMPINAN

P E G A W A I

Pengunjung

Kami memiliki 4 tamu dan tidak ada anggota online