349 HAKIM MEDIATOR PA SENTANI BERHASIL MEDIASI 2 PERKARA

Berita Terkini

HAKIM MEDIATOR PA SENTANI BERHASIL MEDIASI 2 PERKARA

Social Media

Alhamdulillah… kalimat tersebut mengalir lancar dari Penggugat dan Tergugat serta Mediator setelah berhasilnya para pihak mencapai kesepakatan damai dalam perkara Cerai Gugat Nomor 0074/Pdt.G/2019/PA.Stn yang terdaftar pada tanggal 24 Juni 2019.

Bermula dari persidangan perkara ini yang dihadiri oleh Pihak Penggugat dan Tergugat maka Ketua Majelis dalam perkara ini telah menjelaskan tentang kewajiban para pihak untuk menempuh proses mediasi sesuai ketentuan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016. Saat itu Penggugat dan Tergugat telah sepakat untuk menunjuk Rohayatun, S.HI sebagai mediator.

mediasi1

Bedasarkan hasil wawancara dengan mediator diketahui bahwa mediasi perkara ini dimulai sejak tanggal 23 Juli 2019 sampai dengan hari ini dan alhamdulillah berhasil dilakukan perdamaian antara Penggugat dan Tergugat.

Hakim mediator menjelaskan bahwa sejak pertemuan pertama, setelah dilakukan pemetaan terhadap permasalah rumah tangga Penggugat dan Tergugat dan beberapa dari permasalahan tersebut telah didapatkan solusi yang kemudian disepakati oleh Penggugat dan Tergugat. Dengan rahmat Allah SWT antara Penggugat dan Tergugat dibantu mediator kembali menemukan kesepakatan baru sehingga Penggugat dan Tergugat menjadi lega karena masalah tersebut akhirnya selesai dengan baik. Penggugat pun bersedia untuk mencabut gugatannya dan tepatnya pada tanggal 6 Agustus 2019, para pihak dan mediator menandatangani surat pernyataan hasil mediasi.

Bukan kali ini saja Rohayatun, S.HI berhasil mendamaikan para pihak yang bersengketa di PA Sentani. Hakim asli kelahiran Cilacap Jawa Tengah 37 tujuh tahun yang lalu ini satu bulan sebelumnya telah berhasil memediasi perkara Nomor 0059/Pdt.G/2019/PA.Stn. Mediasi perkara tersebut dilakukan pada tangal 14 Mei sampai dengan 13 Juni 2019.

Terhadap keberhasilannya dalam mediasi itu, Rohayatun, S.HI berbagi trik atau resepnya. Ia selalu bersungguh-sungguh dalam mediasi. Tidak sekedar formalitas terkadang untuk perkara yang sama ia lakukan mediasi lebih dari satu kali.

Hakim lulusan S1 Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga berusaha sabar untuk mendengar segala keluhan, kemarahan, kekecewaan dan kebencian para pihak. “Biarkan pihak bicara sepuasnya. Apa yang mengganjal di dada, biar dikeluarkan semua, supaya plong,” ujarnya.(adm_nurmin)

Add comment


Security code
Refresh

  Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas