Berita Terkini

PIMPINAN PA SENTANI IKUTI RAKOR PTA JAYAPURA TAHUN 2020

Social Media

rakor r4

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Jayapura Nomor: W25-A/232/PB.02/I/2020 Tanggal 24 Januari 2020 tentang Pelaksanaan Rapat Koordinasi, Penunjukan Penanggung Jawab, dan Peserta Rapat Koordinasi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dengan Pengadilan Agama se Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Jayapura tahun 2020, Tinggi Agama Jayapura menggelar rapat koordinasi daerah yang dirangkaikan dengan Pembinaan Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI  dan Direktur Pembinaan Administrasi Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia  Dra. Hj. Nurjannah Syaf SH., MH. Pada tanggal 8 Februari 2020 yang bertempat di di Dolphin Cottage Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Pembukaan Rapat Koordinasi yang bertemakan “Mewujudkan Aparatur Bersinergitas di era Modernisasi Peradilan” tersebut, dihadiri oleh Kapolres Raja Ampat yang diwakili oleh Kompol Achmad Rumalean Para Hakim Tinggi, Pejabat PTA Jayapura dan unsur pimpinan seluruh Pengadilan Agama se wilayah Papua dan Papua Barat yang berjumlah 14 Pengadilan Agama. Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura mengatakan bahwa rapat koordinasi kali ini sangat luar biasa karena PTA Jayapura diberikan kesempatan untuk menggelar di daerah yang sangat tersohor keindhannya di dunia internasional.

rakor r4.1

Sementara itu, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dra. Nurjannah Syaf SH., MH dalam sambutannya menyatakan ‘’melalui Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang baik sebagai mana seirama dengan visi Badan Peradilan Agama yang Agung, kami Berterima kasih Kepada Pengadilan tinggi Agama Jayapura yang telah mengundang kami dalam acara di tempat yang indah ini, semoga dalam acara ini, hasil yang dicapai juga indah. Dirjen Badilag Menginginkan bahwa dari kurang lebih 300 satuan kerja yang diusulkan untuk penilaian Zona Integritas agar 50% lolos mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan semoga dari ke lima satuan kerja di wilayah PTA Jayapura semuanya lolos mendapatkan predikat WBK. Beliau juga berpesan agar seluruh satuan kerja benar-benar mengimplementasikan 11 aplikasi inovasi Ditjen Badilag yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna pengadilan. Dengan e-court dan elitigasi beliau yakin bahwa pelayanan pengadilan agama di wilayah hukum  PTA Jayapura. Kebersihan, Kerapihan, Keindahan (K3) kantor adalah hal yang sangat penting sehingga harus menjadi perhatian utama dari pimpinan masing-masing pengadilan agama jangan sampai mempermalukan pimpinan bapak kita pimpinan Mahkamah Agung di Jakarta.  Ketua kamar Agama Mahkamah Agung RI Dr. Amran Suadi, SH., MH., MM. dalam acara pembinaan menyampaikan materi pendalaman teknis yustisial, dalam kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa agar seluruh hakim bekerja secara professional berintegritas dan mematuhi hukum acara. Jangan anggap remeh perkara-perkara yang diterima oleh pengadilan agama karena mayoritas perkara adalah perkara perceraian yang menjadi ikon pengadilan agama. Seorang laki-laki yang menceraikan istrinya tanpa alasan yang jelas maka akan dilaknat oleh Allah SWT, karena perceraian di pengadilan agama dapat mengubah yang halal menjadi haram dan sebaliknya, oleh karena itu hakim agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Jayapura Nomor: W25-A/232/PB.02/I/2020 Tanggal 24 Januari 2020 tentang Pelaksanaan Rapat Koordinasi, Penunjukan Penanggung Jawab, dan Pserta Rapat Koordinasi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dengan Pengadilan Agama se Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Jayapura tahun 2020, Tinggi Agama Jayapura menggelar rapat koordinasi daerah yang dirangkaikan dengan pembinaan Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI  dan Direktur Pembinaan Administrasi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Dra. Hj. Nurjannah Syaf SH., MH. Pada tanggal 8 Februari 2020 yang bertempat di di Dolphin Cottage Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Pembukaan Rapat Koordinasi yang bertemakan “Mewujudkan Aparatur Bersinergitas di era Modernisasi Peradilan” tersebut, dihadiri oleh Kapolres Raja Ampat yang diwakili oleh Kompol Achmad Rumalean Para Hakim Tinggi, Pejabat PTA Jayapura dan unsur pimpinan seluruh Pengadilan Agama se wilayah Papua dan Papua Barat yang berjumlah 14 Pengadilan Agama.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura mengatakan bahwa rapat koordinasi kali ini sangat luar biasa karena PTA Jayapura diberikan kesempatan untuk menggelar di daerah yang sangat tersohor keindhannya di dunia internasional.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dra. Nurjannah Syaf SH., MH dalam sambutannya menyatakan ‘’melalui Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang baik sebagai mana seirama dengan visi Badan Peradilan Agama yang Agung, kami Berterima kasih Kepada Pengadilan tinggi Agama Jayapura yang telah mengundang kami dalam acara di tempat yang indah ini, semoga dalam acara ini, hasil yang dicapai juga indah. Dirjen Badilag Menginginkan bahwa dari kurang lebih 300 satuan kerja yang diusulkan untuk penilaian Zona Integritas agar 50% lolos mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan semoga dari ke lima satuan kerja di wilayah PTA Jayapura semuanya lolos mendapatkan predikat WBK. Beliau juga berpesan agar seluruh satuan kerja benar-benar mengimplementasikan 11 aplikasi inovasi Ditjen Badilag yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna pengadilan. Dengan e-court dan elitigasi beliau yakin bahwa pelayanan pengadilan agama di wilayah hukum  PTA Jayapura. Kebersihan, Kerapihan, Keindahan (K3) kantor adalah hal yang sangat penting sehingga harus menjadi perhatian utama dari pimpinan masing-masing pengadilan agama jangan sampai mempermalukan pimpinan bapak kita pimpinan Mahkamah Agung di Jakarta.  Ketua kamar Agama Mahkamah Agung RI Dr. Amran Suadi, SH., MH., MM. dalam acara pembinaan menyampaikan materi pendalaman teknis yustisial, dalam kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa agar seliruh hakim bekerja secara professional berintegritas dan mematuhi hukum acara. Jangan anggap remeh perkara-perkara yang diterima oleh pengadilan agama karena mayoritas perkara adalah perkara perceraian yang menjadi ikon pengadilan agama. Seorang laki-laki yang menceraikan istrinya tanpa alas an yang jelas maka akan dilaknat oleh Allah SWT, karena perceraian di Pengadilan Agama dapat mengubah yang halal menjadi haran dan sebaliknya, oleh karena itu hakim agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.